Sesi
1 :
Jika menggenggamnya
terlalu kuat, maka yang kau genggam itu akan hancur. Dan kau pun akan
menyesalinya, bahkan membuatmu sakit. Tapi kalau menggenggamnya juga terlalu
lemah itu sama saja kau membiarkannya pergi dari genggaman mu, dan apa kau tau kenapa
genggamanmu itu terlalu rapuh dan lemah?
Itu karena hatimu masih ragu-ragu untuk
menggenggamnya. Jika memang kau bersungguh-sungguh, yakinkan hatimu untuk bisa
menggenggamnya dengan lembut, dan kau harus yakin dia tak kan pergi atau pun
hancur di genggaman mu buat dia merasa nyaman. Karena di tangan mu ada
kebahagiannya yang slalu dia rindukan dan dia impikan, bahkan kebahagiaan itu
bisa saja kebahagiaan yang Tuhan beri untuk mu dan untuk dia.
Sesi
2 :
Kau masih saja ada
di hati ku (dulu, kemarin, sekarang, bahkan sampai kapan aku tidak tau).
Sebagian hati ku masih menjadi milik mu, aku hanya ingin menyayangimu
(tidak lebih). Hanya saja jika aku menyayangi mu bukan berarti kau juga
menyayangi ku. Hati ku memang sangat sakit ketika aku melihat mu bersama orang
lain, tapi aku sadar aku bukan lagi siapa2 untuk mu, dan mungkin kau sudah membuang ku
jauh jauh dari hati mu. Meskipun sakit hati ku, tapi aku tak kan pernah
menangis di depan mu. Cukup aku saja yang merasakannya, karena aku menyayangi
mu. Menyayangi mu itu mau ku dan ingin nya hati ku, dan bersamamu adalah harap
ku.
Sesi
3 :
Jika ada yang
menanyai ku, “apa aku boleh memiliki hati mu?”. Jawab ku adalah “boleh, tapi
sampai saat ini . . . sebagian hati ku masih menjadi milik dia, entah sampai
kapan.” Lalu dia menjawab “tapi dia tak pernah menyayangimu dan mengertimu.”
Sahut ku adalah “ aku menyayanginya, hanya menyayanginya aku tak berharap
lebih”.
Dan ketka kau
bertanya tentang hal yang sama “apa ada yang memilikimu saat ini?”. Jawab ku
adalah “ sampai saat ini masih belum ada. Kau tanya lagi “apa ada orang yang
kamu suka?” dan ku jawab “ada banyak orang yang aku suka, tapi ada 1 orang yang
slalu aku sayangi” dan sekali lagi kau tanya “siapa? Boleh aku tau siapa dia?”
untuk ke 3 kalinya aku menjawab pertanyaan mu “tentu, orang yang aku sayang
sampai saat ini masih sama, orang yang selalu memiliki sebagian hati ku. Orang
itu yang dari dulu, kemarin, sekarang dan entah kapan selalu ada di hati ku dan
selalu aku sayangi.” Lalu apa kau akan tanya lagi siapa orang itu? Orang itu
adalah “KAMU” J
Sesi
4 :
Apa kamu sudah
melupakan ku? Apa kamu sudah melupakan semua cerita tentang kita? Apa aku sudah
tidak lagi di hatimu?
Tapi kenapa kamu
selalu ada di hati ku, sebagian hati ku masih milik-mu meskipun jika
mengingatnya terasa amat sangat sakit. Semudah itu kah kamu bermain dengan hati
ku, dengan perasaan ku? Apa kamu tidak
merasa sakit yang aku rasakan saat ini?
Begitu sangat lekat
kamu di hatiku, aku massih menyayangi mu! Aku memang bodoh karena selalu
menunggu mu tapi itu pilihan ku untuk menyayangi mu dan sudah resiko ku untuk
merasakan sakit seperti ini.
“Aku menyayangi mu
itu tanpa alasan, dan aku ngga pernah punya alasan untuk meninggalkan mu,
meskipun kamu sudah jauh mneninggalkan ku. Bahkan menghapus ku dari hati mu,
atau mungkin aku memang tak pernah ada di hati mu.”
Sesi
5 :
Aku memang kecewa
karenamu, tapi entah kenapa aku tetap saja masih menyayangimu, memperhatikanmu,
bahkan menunggumu meskipun aku tau hatimu bukan milik ku dan dirimu tak akan
pernah berpaling kepada ku. Aku sadar akan itu semua tetap saja AKU
MENYAYANGIMU, meskipun dari jauh. Kamu memang menghancurkan perasaan ku dengan
semua sikap mu, itu yang ku kecewakan darimu dan lagi lagi tetap saja AKU
MENYAYANGIMU. Aku tau dan sadar itu tak mungkin, mungkin waktu yang akan jawab
kapan aku akan berhenti untuk menyayangimu.
Kamu membuat hati
ku bahagia sangat bahagia tapi kamu juga membuat hati ku sakit teramat sakit.
Sesi
6 :
Jangan lagi kamu
buat orang kekecewa lagi sudah cukup aku saja yang kamu kecewakan. Sakit ku
kini masih tersisa dan saat ku tau dia juga kecewa karenamu sakit ini makin
sakit, jika belum puas untuk menyakiti ku puaskan dulu hingga aku benar-benar
terpuruk, biar nanti tidak ada lagi yang kamu kecewakan.
AKU MENYAYANGIMU,
MERINDUMU, sesak banget hati ku. Tapi percuma kamu tidak akan pernah tau itu
semua . [!]
Sesi
7 :
Biarlah aku menjadi
sahabat juga adik yang hanya aku dan kamu saja yang tau. Aku tau kamu tidak
ingin semuanya tau tentang hubungan kita. Aku tau kamu malu, tapi sebagai
sahabat aku juga iri dengan perlakuan mu yang berbeda dengan semua
sahabat-sahabat mu yang lain. Aku juga punya perasaan seperti mereka, dan kamu
tidak mengerti akan hal itu. Meskipun
kata mu aku ini sahabat yang juga adik terdekat mu dan aku percaya, tapi aku
sangat iri dengan semua sahabat mu yang lain.
Karena apa? Karena
aku sangat SAYANG terhadap mu [!]
Sesi
8 :
Teramat amat sangat
sakit!
Mungkin waktu itu
kamu malu untuk berjalan bersama ku karena aku Cuma anak kecil , sedangkan dia
setara denganmu hingga kamu dengan bangga berjaln bersama dengan dia!
Sesi
9 :
Ku gunakan sendiri
kata-kata yang ku ucapkan meskipun sulit. :’(
“peduli dengan
seeorang bukan berarti dia juga peduli dengan kita, menyayangi seseorang bukan
berarti dia juga menyayangi kita, mencintsi seseorang juga bukan berarti dia
juga mencintai kita”
Untuk seseorang yang ada di hatiku, untuk menyakitiku .

0 komentar:
Posting Komentar