Fokuslah
pada peluang. Kita sering mendengar ungkapan ‘Jadikan masalah sebagai peluang’. Tak Cuma itu,
apa pun bisa jadi peluang. Saat memegang gelas, peluang apa yang bisa didapat
dari gelas tersebut? Saat ini Anda mungkin masih bingung. Tetapi dengan terus-menerus
mengajukan pertanyaan, ide-ide akan bermunculan dan Anda tinggal mengevaluasi
ide terbaik.
Anda
akan lebih kreatif jika berani keluar dari kebiasaan. Jangan terkungkung oleh
apa yang ada saat ini. Hal itu belum tentu yang terbaik. Masih ada peluang
untuk lebih baik. Percayalah, sebab tanpa kepercayaan, ide-ide akan tersumbat.
Jangan nyaman dengan status quo,
tetapi cintailah perubahan yang menuju pada kebaikan.
Cobalah
melihat segala sessuatu dari berbagai sudut pandang agar Anda bisa melihat
berbagai aspek dari suatu masalah. Apakah Anda pikir sendok hanya sebagai lat
untuk makan? Ternyata tidak. Sendok bisa menjadi hiasan jika bentuknya indah.
Saat
Anda menerapkan sebuah ide dan gagal, perbaiki ide tersebut sehingga menjadi
ide baru yang berhasil. Belajarlah dari kesalahan karena kesalahan bisa
menghasilkan ide baru yang lebih baik. Telusuri ide lama yang gagal, pelajari
letak kegagalannya. Jika waktunya tepat, hasilnya akan lebih baik.
Jangan
terpaku dengan ide lama. Bagaimanapun suksesnya ide lama, belum tentu akan
berhasil pada saat ini. Evaluasi dan eliminasi ide Anda yang pernah sukses
untuk mendapat ide baru yang lebih baik. Jangan sedih saat ide Anda disisihkan
ide orang lain, karena meski tidak disisihkan Anda juga harus menggantinya.
Ajukan
banyak pertanyaan. Apakah yang Anda lakukan sudah sesuai dengan tugas Anda,
ataukah ada ‘cacat’ yang perlu di perbaiki? Mengapa Anda bekerja dengan cara
tertentu? Apakah cara itu merupakan cara yang terbaik? Bagaimana cara
memperbaikinya? Apakah cara kerja Anda memberi manfaat bagi pelanggan atau
perusahaan? Mengajukan pertanyaan mampu memancing pemikiran-pemikiran baru.
Sediakan
waktu untuk berpikir kreatif. Thomas
Alva Edison yang begitu terkenal dengan berbagai paten temuannya, sering
meluangkan waktu untuk merenung dan berpikir. John Maxwell, guru kepemimpinan terkenal yang menulis puluhan buku,
selalu memiliki waktu luang untuk berpikir sehingga tetap punya ide yang segar.
Temukan
tempat untuk berpikir kreatif. Walt
Disney yang terkenal dengan Disney
Land, mempunyai tiga kursi yang dijadikan tempat latihan berpikir
kreatifnya. Anda bisa menemukan tempat berpikir kreatif Anda sendiri yang
sesuai dengan kesukaan ataupun karakter Anda.
Paksakan
diri untuk berpikir. Awalnya mungkin terasa berat, tetapi teruslah mencoba dan
berusaha sehingga dalam diri tercipta suatu pola untuk disiplin berpikir
kreatif. Stephen R. Covey
mengatakan, “Kita orang
yang terbatas, tetapi jika kita memaksakan diri, maka kita akan bisa keluar
dari batasan yang ada.”
Mintalah
bantuan orang lain yang lebih kreatif. Jika belum bisa berpikir kreatif,
gunakanlah kecerdasan siosial Anda. Mintalah bantuan kepada orang, rekan,
sahabat yang Anda nilai lebih kreatif, sehingga Anda akan mendapat ide-ide
segar dan menarik darinya. Biasanya ide segar ini akan memancing Anda untuk
berpikir lebih kreatif dari dia.
Kreativitas
Anda di tentukan oleh sejauh mana Anda menginginkan hal-hal baru. Motivasi ini
dilandasi oleh sejauh mana Anda menginginkan perbaikan dalam hidup Anda atau
sejauh mana Anda sedang mengalami kesulitan. Pertanyaan yang sangat penting
ialah sejauh mana Anda menginginkan hal baru dan menarik. Temukan motivator
tersebut dan tanamkan dalam pikiran Anda.
Coba
rileks ketimbang berpikir serius. Jadi saat Anda ingin menyelesaikan masalah
atau mencari suatu ide baru, coba saja untuk rileks. Sebelumnya Anda perlu
menyatakan apa yang di cari. Katakan berulang sampai meresap dalam pikiran
bawah sadar, kemudian bersikaplah rileks. Ide-ide atau solusi akan muncul pada
saat-saat yang tidak terduga.

0 komentar:
Posting Komentar