Minggu, 16 Desember 2012

Hambatan Berpikir Kreatif


                Rasa takut mencoba cara baru karena takut disalahkan, menyebabkan seseorang bekerja sesuai perintah. Tahukah Anda bahwa sebelum menjadi presiden Abraham Lincoln berkali-kali kalah dalam pemilihan sebagai senator dan juga presiden? Tahukan Anda bahwa Spence Silver (3M) yang gagal menciptakann lem kuat, akhirnya menemukan ‘post-it’ notes? Mereka tak pernah takut memulai hal baru.

                Kesuksesan, kepandaian, dan kenyamanan bisa jadi hambatan. Mereka yang nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas sehingga tidak terdorong untuk menjadi kreatif. Apple Computer pernah tergilas oleh para pemain baru karena terpaku pada keberhasilannya dan tidak menawarkan sesuatu yang baru.
                Rutinitas menghambat kemampuan berpikir kreatif. Sisihkan waktu untuk mengisi kehausan akan kreativitas dengan membaca buku atau ikut perkumpulan di luar. Artis Mariah Carey berusaha masuk ke lingkungan pergaulan para petinggi di dunia music internasional sebelum akhirnya bertemu denga produser music yang bersedia mensponsori album pertamanya yang kemudian hits.
                Malas. Orang yang malas  menggunakan kemampuan otak untuk berpikir kreaatif sering tertinggal dalam karier dan prestasi kerja. Thomas Alva Edison tidak berhenti memikirkan cara yang lebih baik dari eksperimen sebelumnya sampai puluhan kali sebelum akhirnya menemukan lampu pijar. Jika Edison malas berpikir kreatifpada kegagalan pertama, pasti dunia gelap tanpa lampu.
                Prose birokrasi yang berbelit-belit sering mematahkan semangat orang untuk berkreasi ataupun menyampaikan ide dan usulan perbaikan. Biasanya semakin besar organisasi, semakin panjang proses birokrasi, sehingga masalah yang terjadi di lapangan tidak langsung terdeteksi oleh manajemen puncak. Perpendek birokrasi agar bisa lebih gesit dalam berkreasi dan menampilkan ide-ide segar.
                Terpaku pada kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkan. Tetapi bukan berarti usaha memperbaiki atau mengatasinya terhenti. Justru hal ini mendorong kreativitas menemukan cara lain yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih efektif. Colonel Sanders pernah sulit menjual resep ayam goreng tepungnya. Ia memanfaatkan kreatifitasnya menggunakan resep itu dengan mendirikan restoran cepat saji.


Kreatif Menggapai Sukses

                Thomas Alva Edison yang harus mencari nafkah dengan menjual Koran, menghabiskan beberapa jam setiap hari untuk berpikir kreatif. “Jenius itu 1 persen karena inspirasi dan 99 persen hasil keringan,” ujarnya. Tanpa 1 persen inspirasi, kita tidak pernah dapat bertahan melainkan hanya tetap sebagai seseorang yang berbakat.
                Konosuke Matsushita hanyalah seorang mantan buruh pabrik lampu ketika ia mendirikan Matsushita Electronic Industry yang sukses mengibarkan merek National dan Panasonic. Begitu juga halnya dengan Soni Corp., awalnya hanya showroom kecil di Tokyo. Samsung awalnya memproduksi TV hitam putih untuk Sony, namun kini berkembang menjadi produsen TV plasma terbesar. Mereka besar karena kreativitas.

0 komentar: