Rasa
takut mencoba cara baru karena takut disalahkan, menyebabkan seseorang bekerja
sesuai perintah. Tahukah Anda bahwa sebelum menjadi presiden Abraham Lincoln berkali-kali kalah
dalam pemilihan sebagai senator dan juga presiden? Tahukan Anda bahwa Spence Silver (3M) yang gagal
menciptakann lem kuat, akhirnya menemukan ‘post-it’ notes? Mereka tak pernah takut memulai
hal baru.
Kesuksesan,
kepandaian, dan kenyamanan bisa jadi hambatan. Mereka yang nyaman dengan
kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas
sehingga tidak terdorong untuk menjadi kreatif. Apple Computer pernah tergilas oleh para pemain baru karena terpaku
pada keberhasilannya dan tidak menawarkan sesuatu yang baru.
Rutinitas
menghambat kemampuan berpikir kreatif. Sisihkan waktu untuk mengisi kehausan
akan kreativitas dengan membaca buku atau ikut perkumpulan di luar. Artis Mariah Carey berusaha masuk ke
lingkungan pergaulan para petinggi di dunia music internasional sebelum
akhirnya bertemu denga produser music yang bersedia mensponsori album
pertamanya yang kemudian hits.
Malas.
Orang yang malas menggunakan kemampuan
otak untuk berpikir kreaatif sering tertinggal dalam karier dan prestasi kerja.
Thomas Alva Edison tidak berhenti
memikirkan cara yang lebih baik dari eksperimen sebelumnya sampai puluhan kali
sebelum akhirnya menemukan lampu pijar. Jika Edison
malas berpikir kreatifpada kegagalan pertama, pasti dunia gelap tanpa lampu.
Prose
birokrasi yang berbelit-belit sering mematahkan semangat orang untuk berkreasi
ataupun menyampaikan ide dan usulan perbaikan. Biasanya semakin besar
organisasi, semakin panjang proses birokrasi, sehingga masalah yang terjadi di
lapangan tidak langsung terdeteksi oleh manajemen puncak. Perpendek birokrasi
agar bisa lebih gesit dalam berkreasi dan menampilkan ide-ide segar.
Terpaku
pada kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkan. Tetapi bukan
berarti usaha memperbaiki atau mengatasinya terhenti. Justru hal ini mendorong
kreativitas menemukan cara lain yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih
efektif. Colonel Sanders pernah
sulit menjual resep ayam goreng tepungnya. Ia memanfaatkan kreatifitasnya
menggunakan resep itu dengan mendirikan restoran cepat saji.
Kreatif Menggapai Sukses
Thomas Alva Edison yang harus mencari
nafkah dengan menjual Koran, menghabiskan beberapa jam setiap hari untuk
berpikir kreatif. “Jenius itu 1 persen karena
inspirasi dan 99 persen hasil keringan,” ujarnya. Tanpa 1 persen
inspirasi, kita tidak pernah dapat bertahan melainkan hanya tetap sebagai
seseorang yang berbakat.
Konosuke Matsushita hanyalah seorang
mantan buruh pabrik lampu ketika ia mendirikan Matsushita Electronic Industry yang sukses mengibarkan merek National dan Panasonic. Begitu juga halnya dengan Soni Corp., awalnya hanya showroom kecil di Tokyo. Samsung awalnya memproduksi TV hitam
putih untuk Sony, namun kini berkembang menjadi produsen TV plasma terbesar. Mereka besar karena kreativitas.

0 komentar:
Posting Komentar