Jumat, 26 April 2013

Seandainya Aku Boleh Memilih

Kau tau gimana sakitnya ...
Aku juga punya perasaan sama sepertimu
Bahkan hatiku ini begitu peka seperti dirimu
Aku keras kepala, ya amat sangat keras kepala
Kau juga tak kalah keras kepalanya kan?

Kalau dulu sebelum aku terlahir
Seandainya aku boleh memilih
Aku akan memilih orang tua yang kaya
Aku akan memilih ibu yang cantik
Memilih ayah yang bijaksana
Seandainya aku boleh memilih
Aku akan memilih jadi perempuan yang anggun
Bukan perempuan yang begitu keras kepala
Seandainya aku boleh memilih
Ya, memang hanya “seandainya”
Kenyataannya aku tak bisa memilih apapun
Aku terlahir dari orang tua yang biasa saja
Ibuku yang biasa
Ayahku yang biasa juga
Aku terlahir sangat keras kepala
Sama seperti ibuku
Tapi apa salah aku punya sifat keras kepala?
Apa aku salah?
Apa keras kepala itu sebuah kesalahan?
Kembali lagi, seandainya aku boleh memilih
Aku juga tak mau terlahir keras kepala
Kalau saja saat ini aku boleh bertanya
Aku akan bertanya pada Tuhan
“kenapa Tuhan memberiku sifat seperti ini?”
Kalau saja aku boleh meminta
Aku akan meminta pada Tuhan
“Tuhan, aku ingin keras kepalaku ini digantikan dengan sesuatu yang lebih baik?
Tuhan, kalau pun itu tak bisa tapi bisakah Engkau berikan aku teman untuk menemaniku?

Untuk siapapun yang meninggalkanku

karena keras kepalaku.

0 komentar: