Kau tau gimana sakitnya ...
Aku juga punya perasaan sama sepertimu
Bahkan hatiku ini begitu peka seperti
dirimu
Aku keras kepala, ya amat sangat keras
kepala
Kau juga tak kalah keras kepalanya
kan?
Kalau dulu sebelum aku terlahir
Seandainya aku boleh memilih
Aku akan memilih orang tua yang kaya
Aku akan memilih ibu yang cantik
Memilih ayah yang bijaksana
Seandainya aku boleh memilih
Aku akan memilih jadi perempuan yang
anggun
Bukan perempuan yang begitu keras
kepala
Seandainya aku boleh memilih
Ya, memang hanya “seandainya”
Kenyataannya aku tak bisa memilih
apapun
Aku terlahir dari orang tua yang biasa
saja
Ibuku yang biasa
Ayahku yang biasa juga
Aku terlahir sangat keras kepala
Sama seperti ibuku
Tapi apa salah aku punya sifat keras
kepala?
Apa aku salah?
Apa keras kepala itu sebuah kesalahan?
Kembali lagi, seandainya aku boleh
memilih
Aku juga tak mau terlahir keras kepala
Kalau saja saat ini aku boleh bertanya
Aku akan bertanya pada Tuhan
“kenapa Tuhan memberiku sifat seperti
ini?”
Kalau saja aku boleh meminta
Aku akan meminta pada Tuhan
“Tuhan, aku ingin keras kepalaku ini
digantikan dengan sesuatu yang lebih baik?
Tuhan, kalau pun itu tak bisa tapi
bisakah Engkau berikan aku teman untuk menemaniku?
Untuk
siapapun yang meninggalkanku
karena
keras kepalaku.

0 komentar:
Posting Komentar