Minggu, 20 November 2011

FISIKA dan BERSEPEDA :DD


Ada satu prinsip (prinsip hidup mungkin) yang saya dapatkan dari teman saya – Fian Candra – kali ini berhubungan dengan pelajaran fisika bab  GAYA, kalau tidak salah pelajaran saat SMP, saya lupa kelas berapa. Tapi, yang pasti pelajaran ini ada sangkut pautnya antara fisika dan belajar bersepeda, mau tahu? Ini dia kata-katanya :

“Hukum Newton mengatakan adanya reaksi pasti aka nada reaksi, tapi dalam kehidupan ini, realitanya tidak selalu ‘aksi positive’ mendapatkan ‘reaksi positive’. Bahkan terkadang lebih banyak reaksi negative yang didapatkan.


Dalam keadaan ini kita mungkin saja bersikap negative, tapi gunakanlah prinsip ‘BELAJAR BERSEPEDA’ yaitu walaupun anda banyak mengalami kegagalan, jatuh padahal anda sudah berusaha dengan sangat maksimal tetapi akhirnya tidak ada yang pernah gagal ( tidak bisa ) dalam belajarberepeda. Karena apa ? Karena anda ulet dan mau untuk terus mencoba sampai anda bisa. Maka dari itu cobalah terus dan jangan menyerah dengan keadaan untuk mecapai apa yang anda cita-citakan.”
Nah itu tadi kata-kata yang disampaikan teman saya. Bagus bukan ? Penuh dengan motivasi (menurut saya, semoga menurut anda juga). Sedikit mengena dengan kata-kata yang disampaikan oleh teman saya, saya punya beberapa kalimat yang baru saja terpikir saat membaca pesan teman saya di atas. Begini yang mau saya sampaikan :
“Kita bisa lebih banyak belajar dari anak-anak kecil. Mengapa? Karena anak kecil itu pantang menyerah, tidak seperti kita, orang-orang yag mengaku sudah besar (remaja-dewasa), mengaku lebih hebat dari anak-anak, lalu selalu beranggapan kalau kita lebih benar dari anak-anak. Padahal, kita tidak lebih hebat dari anak-anak, kita lebih mudah menyerah dibandingkan anak-anak yang belajar berjalan, berbicara, mewarna gambar, membaca, menghitung maupun bersepeda. Kita yang notabene pernah menjadi ‘anak kecil’ tentu pernah tahu rasanya, tapi kita yang sekarang tidak lebih baik daripada kita waktu masih kecil, kita lebih mudah menyerah daripada waktu kita kecil, kita lebih mudah emosi saat sesuatu yang gagal kita lakukan padahal waktu anak-anak kita pasti tidak marah kalau gagal kita akan mencoba terus sampai bisa walaupun hasilnya tidak sempurna. Jadi, kenapa kita tidak bisa belajar dari anak-anak?”
Nah, cukup padat kata-kata, tapi ini yang ingin saya sampaikan, selebihnya anda bisa berpendapat lain. Semoga ini bermafaat.

0 komentar: