Kamis, 10 November 2011

Ayah…



Baca dan Resapilah!!
Biasanya anak-anak yang jauh dari orang tuanya merasa kangen sekali dengan Ibunya.

Lalu bagaimana dengan Ayah??

Mungkin Ibu yang lebih sering mengajakmu bercerita.
Tapi taukah kamu sepulang ia bekerja, dengan wajah lelah, ia selalu menanyakan kabarmu dari Ibumu?

Waktu kecil…

Ayah mengajari putri kecilnya bermain sepeda.
Setelah dia menganggap kamu bisa, ia melepas roda bantu di sepedamu.
Saat itu Ibu menutup mata karena takut anaknya terjatuh lalu terluka.
Tapi Ayah dengan yakin menatapmu mengayuh sepeda dengan pelan karena dia tahu putri
kecilnya pasti bisa.


Saat kamu menangis meronta meminta boneka yang baru,
Ibu menatapmu iba,
Tetapi Ayah mengatakan dengan tegas,”Kita beli nanti, tapi tidak sekarang.”
Karena ia tidak ingin kamu menjadi manja dengan semua tuntutan yang slalu dipenuhi.

Ketika kamu remaja…

Kamu mulai menuntut  untuk keluar malam.
Lalu Ayah mulai bersikap lebih tegas ketika mengatakan “TIDAK.”
Itu untuk menjagamu karena kamu adalah sesuatu yang berharga.
Lalu kamu masuk ke kamar dan membanting pintu.
Tapi yang datang mengetok pintu dan membujukmu adalah Ibu.
Tahukahn kamu saat itu dia memejamkan matanya dan menahan diri,
karena dia sangat ingin mengikuti keinginanmu.
Tapi lagi-lagi… dia harus menjagamu.

Saat seorang cowok mulai datang mencarimu,
Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.
Dan sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berdua di ruang tamu.
Tahukah kamu, dia merasa cemburu??

Dan saat dia melonggarkan sedikit peraturan, kamu melanggar jam malamnya.
Ia duduk di ruang tamu, menunggumu pulang dengan sangat khawatir.
Wajah khawatir itu mengeras ketika melihat putri kecilnya pulang terlalu larut.
Dia marah.
Karena hal yang di takutinya akhirnya datang…
“Putri kecilnya sudah tidak ada lagi.”

Saat Ayah sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter.
Ketahuilah bahwa ia hanya memikirkan masa depanmu nanti.
Tapi toh dia tetap tersenyum saat pilihanmu adalah menjadi seorang penulis.

Sampai saat Ayah harus melepsamu di bandara.
Bahkan badannya terlalu kaku untuk memelukmu.
Ia hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu.
Dia ingin menangis seperti Ibu yang menangis dan memelukmu erat.
Tapi dia hanya menghapus sedikit air matanya dan menepuk pundakmu,
berkata, “Jaga diri baik-baik”,
Agar kamu kuat untuk pergi.

Saat  kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu,
orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Berusaha mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru,
dan ia tau ia tidak bisa memberikaannya.
Dia sangat ingin mengatakan,”Iya Nak, Nanti kita beli.”
dan saat kata-kata yang keluar adalah “Tidak Bisa.” Dari bibirnya.
Tahukah kamu, ia merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Ayah selalu khawatir sampai kadang sedikit membentak,
berkata,” Sudah di bilang jangan minum air dingin!”
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikanmu dengan lembut.
Ketahuilah saat itu ia benar-benar khawatir dengan keadanmu.

Dan di saat nanti kamu wisuda  sebagai seorang sarjana,
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan member tepuk tangan untukmu.
Dia yang tersenyum bangga dan puas melihat “Putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa dan telah menjadi seseorang yang berhasil.”
Sampai saat seorang teman hidupmu datang dan meminta izin mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin.
Karena ia tahu laki-laki itu yang nanti akan menggantikannya.

Dan saat Ayah melihatmu duduk di panggung pernikahan bersama seseorang yang di anggapnya pantas menggantikannya.
Ayah pergi ke belakang panggung dan menangis…
“Tugas ku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu telah menjadi wanita yang cantik.”

Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu dan cucu-cucunya sesekali untuk menjenguknya.
Dengan rambut yang telah memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.

Ayah adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis.
Harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memenjakanmu.
Ayah juga orang pertama yang selalu yakin bahwa kamu “Kamu Bisa!!” dalam hal apapun.

Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai.
Kamu adalah satu orang yang beruntung.
Karena Ayah adalah sosok superhero yang hebat. :)

0 komentar: