Rabu, 14 November 2012

Just Being With You


                “Tuhan, ijin kan aku untuk belajar mencintainya? Biarkan aku untuk melupakan cinta itu, jika memang bukan untukku. “
                Berada di sampingnya seperti saat ini terasa sangat hangat, sosoknya yang lembut mampu membuat kerasnya hatiku menjadi luluh. Begitu sabar untuk menghadapiku di saat aku sedang marah, dan selalu mengerti apa yang ku rasakan. Itu yang membuat ku  selalu ingin berada di dekatnya apapun keadaanku.

                Saat aku sedang sedih, saat aku gag bisa berhenti intuk menangis satu hal yang aku inginkan `aku ingin berada dalam dekapannya` . aku ingin bersandar dalam pundaknya . aku ingin menangis dalam peluknya . dan aku ingin memeluknya erat .
                Saat aku terluka, hanya Tuhan dan dia yang mampu mengobai lukaku. Meski aku terlalu keras kepala untuk di nasehati. Dan dia selalu sabar untuk membuat ku tersenyum lagi.
                Saat aku kecewa, saat aku ingin sendiri karena tak ada lagi orang yang bisa aku percaya . tapi hanya dia yang ku minta untuk menemaniku. Karena hanya dia yang ku percaya.
                Saat aku sangat lelah, dia yang selalu membuatku tetap kuat . karena ada dia di sampingku, memberikanku kekuatan . membuat ku sadar kalua aku harus tetap kuat dan terus berjalan hingga berhenti di tempat yang di inginkan Tuhan untukku.
                Dan saat aku sudah terjatuh kelelahan, hanya dia yang mampu membangunkan aku meski beban ku sangan berat tapi dia bisa . Hanya dia yang bisa menjadi tempat berpijakku. Hanya dia yang bisa menjadi tongkat untukku berjalan. Hanya dia yang mampu untuk menuntun ku dan manjadi penunjuk arah ku.dan hanya dia yang mampu.
                “Tuhan, ijinkan aku untuk belajar mencintainya seperti hal dia mencintaiku. Dan melupakan cinta yang dulu.”

Untukmu D.Z.A

0 komentar: