“Tuhan,
ijin kan aku untuk belajar mencintainya? Biarkan aku untuk melupakan cinta itu,
jika memang bukan untukku. “
Berada
di sampingnya seperti saat ini terasa sangat hangat, sosoknya yang lembut mampu
membuat kerasnya hatiku menjadi luluh. Begitu sabar untuk menghadapiku di saat
aku sedang marah, dan selalu mengerti apa yang ku rasakan. Itu yang membuat
ku selalu ingin berada di dekatnya
apapun keadaanku.
Saat aku
sedang sedih, saat aku gag bisa berhenti intuk menangis satu hal yang aku
inginkan `aku ingin berada dalam dekapannya` . aku ingin bersandar dalam
pundaknya . aku ingin menangis dalam peluknya . dan aku ingin memeluknya erat .
Saat aku
terluka, hanya Tuhan dan dia yang mampu mengobai lukaku. Meski aku terlalu
keras kepala untuk di nasehati. Dan dia selalu sabar untuk membuat ku tersenyum
lagi.
Saat aku
kecewa, saat aku ingin sendiri karena tak ada lagi orang yang bisa aku percaya
. tapi hanya dia yang ku minta untuk menemaniku. Karena hanya dia yang ku
percaya.
Saat aku
sangat lelah, dia yang selalu membuatku tetap kuat . karena ada dia di
sampingku, memberikanku kekuatan . membuat ku sadar kalua aku harus tetap kuat
dan terus berjalan hingga berhenti di tempat yang di inginkan Tuhan untukku.
Dan saat
aku sudah terjatuh kelelahan, hanya dia yang mampu membangunkan aku meski beban
ku sangan berat tapi dia bisa . Hanya dia yang bisa menjadi tempat berpijakku.
Hanya dia yang bisa menjadi tongkat untukku berjalan. Hanya dia yang mampu
untuk menuntun ku dan manjadi penunjuk arah ku.dan hanya dia yang mampu.
“Tuhan,
ijinkan aku untuk belajar mencintainya seperti hal dia mencintaiku. Dan
melupakan cinta yang dulu.”
Untukmu
D.Z.A

0 komentar:
Posting Komentar