Sabtu, 16 Juni 2012

Dia yang ku Kagumi dari jauh :)


            Aku menyayangi seseorang, entah kapan aku jadi sering memperhatikannya hingga rasa ini muncul. Dia juga salah satu kakak kelas ku dari SMP tapi dulu aku tidak pernah memperhatikannya, dan sejak SMA ini aku jadi sering melihatnya dan selalu memperhatikannya. Aku pun mencari tahu tentangnya, kelas XI apa? Jurusan apa? Dan semuanya tentang dia, tapi aku tak pernah berhasil mungkin akau telalu malu untuk mencari tahu , sedih. 

Kebetulan kelas ku ada di lantai 2 dan gedung di belakang ku juga bertingkat 2 juga lantai atasnya di gunakan sebagai laboratorium di sekolah ku. Awalnya aku tak pernah sadar kalo banyak siswa XI-IPA yang sering menggunakan laboratorium itu, sampai suatu saat aku melihat dia berada di kerumunan itu aku belum bisa melihat dia kelas berapa karena terlalu kecil untuk di baca lagian mata ku itu minus jadi semakin susah untuk melihatnya. Heemm, aku harus bisa tau dia kelas apa? Tapi aku selalu punya cara lain, dan aku menanyakannya pada sahabat ku ketika dia lewat dan aku akhirnya tau dia kelas berapa


Aku sudah hafal dalam seminggu hari apa saja dia akan berada di lab, dan aku hanya memperhatikannya dari balik jendela kelas ku. Bukan hanya saat dia berjalan ke lab saja aku memperhatikannya, setiap pulang sekolah pun aku bersabar untuk bisa melihatnya.  Tidak ada yang tahu kalo aku menyukainya, bahkan sahabat ku sendiri aku belum pernah cerita karena aku sangat malu. Tapi yang namanya sahabat akan selalu tahu apa yang di rasakan sahabat nya, salah satu sahabat ku memperhatikan ku. Sahabat ku akhirnya tahu siapa yang selalu aku perhatikan selama ini, aku benar-benar malu. 

“kenapa kamu ngga bilang ke aku kalo kamu suka dia, Fifid?” 

 “aku malu banget Arian , kan dia juga ngga tahu aku!” kataku malu-malu.

 “aku sahabat kamu Fid, aku pasti berusaha bantu kamu buat kenal dia lebih dekat?” Katanya menenangkan. 

 “iya Ar, makasih ya? Sebenernya dulu dia juga kakak kelas ku waktu SMP, aku ngga tahu kalo dia juga sekolah disini.” Jelas ku.

 Panjang lebar aku menjelaskan semuanya ke Arian, dia satu-satunya sahabat ku yang tahu tentang ini. Aku belum bisa cerita ke yang lain karena aku masih malu dan takut kalo nanti bakal ngledekin aku kalo ada dia. Tapi seiring berjalannya waktu akhirnya satu per satu mereka tahu, bukan karena Arian yang kasih tahu mereka tapi sama seperti  Arian mereka juga memperhatikan ku. 
 “cieee, ngliatin dia lagi nih?” goda Eriz sambil menyenggol lengan ku.

 “iya dong, siapa lagi?” kata ku tersenyum malu-malu.

 “kalo suka cari tahu dong tentang dia.”

 “gampang kalo ngomong, udah aku coba tapi belum bisa.” Wajah ku mulai lesu.
 “bisa di atur!” godanya lagi.

 Hampir setiap hari aku melihatnya, mulai dari masuk sekolah, jam istirahat, bahkan saat KBM berlangsung saat dia berjalan menuju lab kimia atau pun biologi juga saat pulang sekolah. Semua itu bukan karena faktor kebetulan tapi itu memang sengaja kulakukan entah karena apa, aku pun juga tidak tahu. Hanya melihatnya dari jauh pubn aku sudah sangat senang dan membuat hati ku sangat bahagia. Bukan hanya di hati saja dia ada di pikiran ku, di setiap mimpiku kurasa dia selalu ada di sana dan malam ku pun terasa sangat indah untuk ku.
  
Aku pun akhirnya tahu kebiasaannya meskipun hanya sedikit yang ku ketahui, tapi biarlah yang penting aku bisa melihatnya. Dia selalu berangkat pagi, karena dia selalu  memarkinkan motornya di pojok dan di barisan pertama dan aku pun akhirnya berusaha untuk bisa berangkat pagi. Saat dia berjalan menuju lab seringkali ada di akhir barisan, begitu pun saat kembali ke kelasnya bukan selalu tapi sering ada di barisan belakang dan saat pergantian jam pun aku selalu berusaha untuk bisa melihatnya dari balik kaca jendela kelas ku. Uuhhh . . . senangnya!

Saat sedang asyik-asyik ngiatin dia eh mata ku ada yang nutupin, uuhh sebel siapa sih? Batin ku. “hahahha, samperin sana beraninya cuma ngliatin aja!”. “enak aja, emang segampang itu, ngliatin dia dari jauh udah cukup kok!” senyum ku pun mengembang. “aku panggilin ya?” kata si Eriz mengejutkan ku. “ahh jangan dong, malu nih!” rengek ku. “Mass , di cari Fifid tuh!”  teriak Eriz, kontan seluruh anak yang ada di kelas ku melihat ku, aahh malu nya untung saja Eriz langsung ku tarik menjauh dan hanya seisi kelas ku saja yang mendengarnya. Kurang ajar banget nih anak, langsung sqjq ku cubiti lengannya, apes nya malah semua teman ku juga menggoda ku. ‘Eriz awas kau ya!’ gumam ku dalam hati.

 Akhirnya ujian akhir semester 1 pun usai, waktunya bersenang-senang. 

Selalu ada Class meting tiap selesai ujian semester. Ada berbagai macam perlombaan yang di selenggarakan seperti futsal, basket, kelas terpadu, bazar makanan  dan lain sebagainya yang di ikuti oleh semua kelas tak terkecuali.

Aku mungkin terlalu sibuk untuk CM ini, tapi slalu ku luangkan waktu sebentar untuk melihat dia dan untuk melihat senyumnya.

Hingga akhirnya aku di minta ketua kelas ku untuk menjajakan keliling makanan yang kami buat. ‘Huhh mengganggu saja’ batin ku kesal. Tapi bukan Cuma aku saja, aku di temani sahabat ku karena malu donk kalo Cuma sendirian ;p (wakaka). Kita berkeliling sekolah dari kelas-kelas huh capek* , dan tanpa ku sadari aku bertemu dengan dia ‘ahhh senangnya’ hati ku gembira dan itu cukup membuat ku salah tingkah. 

Karena aku begitu malu, ku suruh saja teman ku untuk menawarinya, dan aku cukup diam saja untuk mengaguminya dari dekat
 Setelah beberapa menit sahabat ngoceh dengan dia dan temannya yang kebetulan dia gag sendirian akhirnya dia tidak membeli satu pun. Uhh pengen gue jitak aja, pelit amat’ gerutu ku, tapi ya lumayan lahaku bisa melihatnya dari dekat. Kita pun akhirnya melanjutkan aktifitas kami sebelum kami kembali ke kelas.
  
            Sehabis mandi hape ku pun berdering yang menunjukkan kalo ada sms yang masuk. Aku sempat heran ‘perasaan semua temen ku gag ada yang ganti nomor deh, koq ada nomor baru ya yang sms aku. heemmm’ langsung saja ku tanya ‘siapa ini?’ sambil mengeringkan rambut ku. Hape ku kembali berdering langsung saja ku buka karena sudah tidak sabar ‘masak belum sehari udah lupa? Ini Cahya yang tadi pagi.’ Wahhh orang yang selama ini aku kagumi secara diam-diam ternyata tanpa aku bayankan sebelumnya dia sms aku, ahhh seneng banget! “mimpi apa aku aku tadi malem?” seneng banget rasanya. 

Mulai saat itu kita semakin dekat, dekat, dan sangat dekat. Aku gag peduli mau dia anggap aku sahabat atau temen bukan masalah buat aku, karena hanya seperti ini saja aku sudah sangat bahagia. Dan aku semakin menyayanginya.
  
Bisa ku simpulkan ‘Sabar itu buahnya sangat manis’


0 komentar: