Aku menyayangi seseorang, entah kapan aku jadi sering memperhatikannya hingga
rasa ini muncul. Dia juga salah satu kakak kelas ku dari SMP tapi dulu aku
tidak pernah memperhatikannya, dan sejak SMA ini aku jadi sering melihatnya dan
selalu memperhatikannya. Aku pun mencari tahu tentangnya, kelas XI apa? Jurusan
apa? Dan semuanya tentang dia, tapi aku tak pernah berhasil mungkin akau telalu
malu untuk mencari tahu , sedih.
Kebetulan kelas ku ada di lantai 2
dan gedung di belakang ku juga bertingkat 2 juga lantai atasnya di gunakan
sebagai laboratorium di sekolah ku. Awalnya aku tak pernah sadar kalo banyak
siswa XI-IPA yang sering menggunakan laboratorium itu, sampai suatu saat aku
melihat dia berada di kerumunan itu aku belum bisa melihat dia kelas berapa
karena terlalu kecil untuk di baca lagian mata ku itu minus jadi semakin susah
untuk melihatnya. Heemm, aku harus bisa tau dia kelas apa? Tapi aku selalu
punya cara lain, dan aku menanyakannya pada sahabat ku ketika dia lewat dan aku
akhirnya tau dia kelas berapa
Aku sudah hafal dalam seminggu
hari apa saja dia akan berada di lab, dan aku hanya memperhatikannya dari balik
jendela kelas ku. Bukan hanya saat dia berjalan ke lab saja aku
memperhatikannya, setiap pulang sekolah pun aku bersabar untuk bisa melihatnya.
Tidak ada yang tahu kalo aku menyukainya, bahkan sahabat ku sendiri aku
belum pernah cerita karena aku sangat malu. Tapi yang namanya sahabat akan
selalu tahu apa yang di rasakan sahabat nya, salah satu sahabat ku
memperhatikan ku. Sahabat ku akhirnya tahu siapa yang selalu aku perhatikan
selama ini, aku benar-benar malu.
“kenapa kamu ngga bilang ke aku kalo kamu suka dia, Fifid?”
“aku malu banget Arian , kan dia juga ngga tahu aku!” kataku
malu-malu.
“aku sahabat kamu Fid, aku pasti berusaha bantu kamu buat
kenal dia lebih dekat?” Katanya menenangkan.
“iya Ar, makasih ya? Sebenernya dulu dia juga kakak kelas ku
waktu SMP, aku ngga tahu kalo dia juga sekolah disini.” Jelas ku.
Panjang lebar aku
menjelaskan semuanya ke Arian, dia satu-satunya sahabat ku yang tahu tentang
ini. Aku belum bisa cerita ke yang lain karena aku masih malu dan takut kalo
nanti bakal ngledekin aku kalo ada dia. Tapi seiring berjalannya waktu akhirnya
satu per satu mereka tahu, bukan karena Arian yang kasih tahu mereka tapi sama
seperti Arian mereka juga memperhatikan ku.
“cieee, ngliatin dia lagi nih?” goda Eriz sambil menyenggol
lengan ku.
“iya dong, siapa lagi?” kata ku tersenyum malu-malu.
“kalo suka cari tahu dong tentang dia.”
“gampang kalo ngomong, udah aku coba tapi belum bisa.” Wajah
ku mulai lesu.
“bisa di atur!” godanya lagi.
Hampir setiap hari aku
melihatnya, mulai dari masuk sekolah, jam istirahat, bahkan saat KBM
berlangsung saat dia berjalan menuju lab kimia atau pun biologi juga saat
pulang sekolah. Semua itu bukan karena faktor kebetulan tapi itu memang sengaja
kulakukan entah karena apa, aku pun juga tidak tahu. Hanya melihatnya dari jauh
pubn aku sudah sangat senang dan membuat hati ku sangat bahagia. Bukan hanya di
hati saja dia ada di pikiran ku, di setiap mimpiku kurasa dia selalu ada di
sana dan malam ku pun terasa sangat indah untuk ku.
Aku pun akhirnya tahu kebiasaannya
meskipun hanya sedikit yang ku ketahui, tapi biarlah yang penting aku bisa
melihatnya. Dia selalu berangkat pagi, karena dia selalu memarkinkan
motornya di pojok dan di barisan pertama dan aku pun akhirnya berusaha untuk
bisa berangkat pagi. Saat dia berjalan menuju lab seringkali ada di akhir
barisan, begitu pun saat kembali ke kelasnya bukan selalu tapi sering ada di
barisan belakang dan saat pergantian jam pun aku selalu berusaha untuk bisa
melihatnya dari balik kaca jendela kelas ku. Uuhhh . . . senangnya!
Saat sedang asyik-asyik ngiatin
dia eh mata ku ada yang nutupin, uuhh sebel siapa sih? Batin ku. “hahahha,
samperin sana beraninya cuma ngliatin aja!”. “enak aja, emang segampang itu,
ngliatin dia dari jauh udah cukup kok!” senyum ku pun mengembang. “aku
panggilin ya?” kata si Eriz mengejutkan ku. “ahh jangan dong, malu nih!” rengek
ku. “Mass , di cari Fifid tuh!” teriak Eriz, kontan seluruh anak yang ada
di kelas ku melihat ku, aahh malu nya untung saja Eriz langsung ku tarik
menjauh dan hanya seisi kelas ku saja yang mendengarnya. Kurang ajar banget nih
anak, langsung sqjq ku cubiti lengannya, apes nya malah semua teman ku juga
menggoda ku. ‘Eriz awas kau ya!’ gumam ku dalam hati.
Akhirnya ujian akhir
semester 1 pun usai, waktunya bersenang-senang.
Selalu ada Class meting tiap
selesai ujian semester. Ada berbagai macam perlombaan yang di selenggarakan
seperti futsal, basket, kelas terpadu, bazar makanan dan lain sebagainya
yang di ikuti oleh semua kelas tak terkecuali.
Aku mungkin terlalu sibuk untuk CM
ini, tapi slalu ku luangkan waktu sebentar untuk melihat dia dan untuk melihat
senyumnya.
Hingga akhirnya aku di minta ketua
kelas ku untuk menjajakan keliling makanan yang kami buat. ‘Huhh mengganggu
saja’ batin ku kesal. Tapi bukan Cuma aku saja, aku di temani sahabat ku karena
malu donk kalo Cuma sendirian ;p (wakaka). Kita berkeliling sekolah dari
kelas-kelas huh capek* , dan tanpa ku sadari aku bertemu dengan dia ‘ahhh
senangnya’ hati ku gembira dan itu cukup membuat ku salah tingkah.
Karena aku begitu malu, ku suruh
saja teman ku untuk menawarinya, dan aku cukup diam saja untuk mengaguminya
dari dekat
Setelah beberapa menit sahabat ngoceh dengan dia dan
temannya yang kebetulan dia gag sendirian akhirnya dia tidak membeli satu pun.
Uhh pengen gue jitak aja, pelit amat’ gerutu ku, tapi ya lumayan lahaku bisa
melihatnya dari dekat. Kita pun akhirnya melanjutkan aktifitas kami sebelum
kami kembali ke kelas.
Sehabis mandi hape ku pun berdering yang menunjukkan kalo ada sms yang masuk.
Aku sempat heran ‘perasaan semua temen ku gag ada yang ganti nomor deh, koq ada
nomor baru ya yang sms aku. heemmm’ langsung saja ku tanya ‘siapa ini?’ sambil
mengeringkan rambut ku. Hape ku kembali berdering langsung saja ku buka karena
sudah tidak sabar ‘masak belum sehari udah lupa? Ini Cahya yang tadi pagi.’
Wahhh orang yang selama ini aku kagumi secara diam-diam ternyata tanpa aku
bayankan sebelumnya dia sms aku, ahhh seneng banget! “mimpi apa aku aku tadi
malem?” seneng banget rasanya.
Mulai saat itu kita semakin dekat,
dekat, dan sangat dekat. Aku gag peduli mau dia anggap aku sahabat atau temen
bukan masalah buat aku, karena hanya seperti ini saja aku sudah sangat bahagia.
Dan aku semakin menyayanginya.
Bisa ku simpulkan ‘Sabar itu buahnya
sangat manis’

0 komentar:
Posting Komentar