Kami punya sebuah mimpi
Sebuah mimpi yang sangat sederhana
Tetapi,
Mimpi itu terlalu mahal untuk kami
Untuk kami yang hanya berteduhkan
gubuk reyot
Kami ingin berbuat sesuatu yang
berguna
Untuk Indonesia tercinta…
Namun apalah daya kami
Orang-orang di atas sana
Tak mau membantu untuk menghidupkan mimpi kami,
Atau belum kenyang makan nasi kami
Entahlah…
Wahai Bapak Menteri,
Tidak kah kau lihat kami,
Kami lapar akan sekolah
Kami haus akan ilmu pengetahuan
Tolong kami Bapak Menteri
Kenyangkan otak kami
Puaskan dahaga kami
Kami hanya ingin sekolah
Seperti anak-anak lain yang
bermandikan susu
Dan kami hanya bermandikan comberan
Kami iri, sangat sangat iri
Bukan iri dengan anak-anak itu
Tetapi, kami iri dengan tetangga kami
Mereka sama seperti kami
Hidup berteduhkan gubuk
Bermandikan comberan
Tapi mereka bersekolah
Dengan semua fasilitas yang lengkap
Yang hanya di beri cuma-cuma dari
Bapak Menteri mereka
Kami kapan mendapatkan semua itu?
Jangankan buku, sekolah pun kami tak
punya
Otak kami ini juga sama tajamnya
dengan mereka
Hanya saja otak kami tak pernah
terasah
Wahai Bapak Menteri tolonglah kami…
Kami hanya ingin sekolah
Untuk
Bapak Menteri kita
Dari kami
yang selalu ingin pergi bersekolah

